Minggu, 29 Januari 2012

Buzzer beat

Satu lagi dorama Jepang yang mau aku review. Dorama yang terakhir aku tonton ini *ups.. gak ding, yang terakhir nonton Nobuta Wo Produce* adalah dorama yang baru aja selesai tayang akhir September lalu di Jepang sana. Jadi masih anget banget lah ini dorama.. Judulnya BUZZER BEAT. Ceritanya ringan, simple, dan enak diikutin. Yah, dorama yang sangat menghibur tanpa membuat kening berkerut deh..

Dorama bergenre sport romance ini dibintangi oleh Yamapi  dan Keiko Kitagawa yang terkenal ke-KAWAI-annya di seantero jagat. Untuk sinopsisnya mungkin bakal aku ceritain per karakter kali ya..

Naoki Kamiya (Yamashita Tomohisa),
adalah seorang atlet basket di klub JC ARCS yang memiliki bakat dan berpotensi menjadi pemain basket sukses. Namun karena rasa kurang percaya dirinya membuat bakatnya kurang tersalurkan, sehingga prestasinya pun biasa-biasa saja. Naoki orangnya baik banget. Kalem, cool, dan pintar memasak (terutama masak French Toast). Saking baiknya, Naoki malah ditinggal selingkuh sama ceweknya. Namun, semangat Naoki untuk menggapai mimpi menjadi atlet basket yang sukses mulai menyala ketika dia bertemu seorang cewek cantik yang bermain violin yang menyatakan sebagai fan Naoki. Seiring dengan berjalannya episode, aku jadi tau karakter Naoki adalah seorang yang bisa dipercaya, memegang janji, dan sangat romantis. Seperti manusia biasa yang tanpa cela, sosok Naoki terkadang sangat emosian. Sosok yang aku yakin bakal banyak cewek-cewek yang antri dan mendamba buat jadi kekasihnya. Oh iya, tambahan dikit, Naoki tinggal di rumah dengan ibunya yang single parent serta adik cewek satu-satunya (yang juga cantik).

Shirakawa Riko (Kitagawa Keiko),
adalah seorang pemain violin yang berusaha mengejar impiannya menjadi pemain violin profesional. Mempunyai sahabat karib dan teman satu rumah yang bernama Mai. Semangat Riko untuk menjadi pemain violin profesional sangatlah besar. Mulai dari audisi-audisi musik dia ikuti, hingga latihan-latihan dia lakukan dengan rutin. Namun kegagalan pun bertubi-tubi dihadapi Riko. Audisi yang gagal karena senar violinnya putus bahkan sampai dilecehkan oleh seorang musisi violin terkenal yang ingin melihat Riko telanjang sebagai tebusan untuk membuat Riko terkenal sebagai pemain violin. Namun Riko menjadi semangat mengejar mimpi ketika dia bertemu Naoki di sebuah lapangan basket yang dipake Riko untuk berlatih violin. Karena saat itu Naoki sangat menyukai permainan violin Riko, dan sebaliknya, Riko juga sangat menyukai permainan basket Naoki. Disitulah dimulai hubungan mereka sebagai teman saling mendukung dalam mencapai mimpi masing-masing. Pesona ke-KAWAI-an Riko menjerat pelatih dari tim JC ARCS (pelatihnya Naoki). Pertemuan pertama kali Riko dan Naoki bukan terjadi di lapangan basket, namun di dalam sebuah bus, yang dengan cerobohnya Naoki meninggalkan ponsel sehingga membuat Naoki berlari mengejar bus. Riko lah yang menemukan ponselnya dan mengembalikan kepada Sang Pelatih (karena kebetulan Naoki gak bisa mengambil ponselnya). Pada pertemuan itulah sang pelatih mulai suka sama Riko.

Namami Natsuki (Aibu Saki),
ini nih cewek Naoki yang jadi tokoh antagonis di dorama ini.Cewek cantik ini juga merupakan tim cheerleaders dan karyawan di bidang manajemen klub JC ARCS. Natsuki adalah kekasih Naoki. Di awal episode, Naoki malah berniat menikahi Natsuki kalau dia berhasil menang dalam suatu pertandingan basket. Tapi gak jadi karena hasilnya kalah. Sebenarnya Natsuki merasa bosan sama hubungannya dengan Naoki. Naoki terlalu baik. Kurang 'nakal'. Natsuki memiliki 2 sikap yang berbeda, ketika bersama Naoki dia merupakan gadis yang baik dan manis banget, namun ketika tidak bersama Naoki dia menjadi gadis yang perokok dan bertampang jutek. Dan ketika ada seorang pemain basket baru di dalam tim, gairah Natsuki yang mendambakan cowok yang 'sedikit nakal' muncul. Dengan pemain basket baru itulah Natsuki selingkuh, mengkhianati Naoki. Tapi itu tidak berjalan lama. Dan makin panjang episode, makin keliatan kalo Natsuki menyesal mengkhianati Naoki. Natsuki sadar kalo Naoki  adalah cowok yang dicintainya. Tetapi sayang, Naoki yang telah terlanjur sakit hati tidak mau menerima Natsuki menjadi kekasihnya lagi, selain itu hubungan Naoki dengan Riko juga semakin dekat. Posisi antagonis Natsuki adalah sebagai penghalang kisah cinta Naoki dengan Riko.

Kawasaki Tomoya (Ito Hideaki)
Pelatih JC ARCS ini adalah pelatih yang bagus. Mantan pemain basket yang cukup sukses, namun tidak diiringi kesuksesan di dalam percintaan. Padahal dengan tampang yang good looking, masih muda, dan pekerjaannya sebagai pelatih, Kawasaki pasti dengan mudah mendapatkan cewek. Bukan karena gak ada yang mau jadi ceweknya.. toh waktu masih jadi pemain basket dulu juga dia cukup playboy. Namun lebih karena Kawasaki pengen menemukan 'the right one'. Tidak untuk main-main tapi untuk hubungan serius ke arah pernikahan. Ketika bertemu Riko untuk pertama kali, Kawasaki langsung jatuh cinta. Dengan agresif dia mendekati Riko. Riko menerima dengan baik, namun bukan menerima cintanya. Riko bilang akan berusaha mencintai Kawasaki. Baru setelah Riko yakin bahwa dia mencintai Naoki, Riko bilang dengan jujur ke Kawasaki kalo dia tidak mencintainya.. hati Riko untuk Naoki. Setelah tau bahwa Riko tidak mencintainya pun Kawasaki masih berjuang dan berharap untuk mendapatkan Riko. Dan ketika Kawasaki pergi ke Amerika beberapa minggu membuat hubungan Riko dan Naoki menjadi semakin dekat dan mesra.

Ebina Mai (Kanjiya Shihori)
Mai adalah sahabat Riko. Sama-sama pemain musik. Kalo Riko bermain violin, Mai bermain flute. Mereka berdua tinggal serumah. Mai mendukung sekali agar Riko jadian sama Kawasaki, namun ketika Mai tau bahwa Riko suka sama Naoki, Mai pun mendukung Riko. Mai mempunyai obsesi pengen punya cowok seorang pemaen basket. Oleh karena itu, ajang nge-date-nya Riko dan Kawasaki dimanfaatkan Mai untuk mencari cowok. Jatuh cintalah dia sama sang kapten tim. Namun, ketika salah satu teman Naoki yang juga pemain basket tinggal di rumah Mai dan Riko, Mai mulai sadar dia jatuh cinta sama cowok itu.

Hatano Shuji (Mizobata Junpei)
Shuji adalah salah satu pemain JC ARCS, namun Shuji lebih banyak sebagai pemain cadangan. Shuji awalnya mau tinggal di rumah Naoki, karena dia tidak punya tempat tinggal. Tapi ketika sudah mau pindah, sodara Naoki yang berantem sama suaminya dateng ke rumah. Gak jadi deh kamarnya dipake Shuji. Bingung, Shuji mau tinggal dimana, datanglah tawaran dari Mai untuk tinggal bareng dia dan Riko. Secara di apartemen itu yang tinggal cuma Mai dan Riko, Mai berpikir kalo tambah satu penghuni lagi kan jadi tambah rame, apalagi cowok, bakal bisa jagain mereka deh. Dari awal Shuji dan Mai gak pernah rukun. Berantem terus deh. Tapi hal itu membuat benih-benih cinta tumbuh antara mereka. Dan di akhir, Shuji dan Mai berencana untuk menikah.

Utsunomiya Toru (Nagai Masaru)
Utsu adalah kapten tim JC ARCS. Karena hubungan dekatnya sama Kawasaki dan Utsu gak pernah terlihat jalan bareng cewek, terdengarlah desas-desus kalo Utsu adalah gay. Bahkan ketika Utsu mulai mencoba dekat dengan Mai, kelihatan sekali Utsu susah buat pedekate sama cewek. Namun, di akhir cerita, ada clue kalo yang disukai Utsu adalah Natsuki.
Yoyogi Ren (Kaneko Munetaka)
Ini juga salah satu tokoh antagonis di Buzzer Beat. Yoyogi adalah pemain baru JC ARCS. Di awal kedatangannya sudah membuat panas suasana dengan menantang Naoki one on one. Yoyogi merupakan karakter yang angkuh dan kurang bisa bekerjasama dalam tim. Yoyogi merupakan selingkuhan Natsuki. Namun ketika Natsuki putus sama Naoki, bukan berarti hubungan Natsuki jadi membaik dengan Yoyogi. Ternyata Yoyogi playboy yang juga menggoda salah satu karyawati manajemen.

Kayaknya 8 karakter aja deh yang dibahas. Karakter-karakter itulah yang utama ada di Buzzer Beat. Emang bener kata orang, kalo nuansa dorama ini mirip banget sama dorama jadulnya Takuya Kimura, Love Generation (kebetulan aku dah nonton beberapa waktu lalu). Dari alur cerita percintaan yang rada mirip, sampai sama-sama ada poster gede dengan kata mutiara. Kalo di Love Generation ada "True love never runs smooth", di Buzzer Beat ada "Love makes me strong". Dan itu memang menjadi inti cerita. Cinta antara Naoki dan Riko menjadikan mereka kuat dalam mengejar cita-cita.

Kesan pertama pas nonton dorama ini adalah.. so colorful! Terutama dari segi pakaian yang dipake sama Naoki. Warna ungu dan pink mendominasi. Bahkan seragam JC ARCS juga ungu. Anggapan bahwa ungu n pink merupakan warna cewek kayaknya dah berubah. Bagus juga ternyata kalo cowok pake pakaian warna ungu n pink. Dan dorama ini sukses membuat para cewek fans Yamapi jejeritan. Hampir di tiap episode (terutama yang awal-awal) disuguhi adegan Yamapi topless alias telanjang dada. Mungkin buat mendongkrak rating kali ya.. soalnya adegan yang telanjang dada itu menurutku kalo diilangin juga gak ngaruh sama ceritanya. Fan service nya juga gak cuma buat cewek, buat penonton cowok, melototin ke-KAWAI-an Keiko Kitagawa selama 11 episode sudah menjadi kepuasan tersendiri. Belum lagi di awal-awal episode ada adegan cheerleaders-nya Natsuki cs yang mempertunjukkan cheerleading mereka buat JC ARCS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar